CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 06 Desember 2010

Abang Sayang Adik (Kisah di Angkot 06)




Tepat pada tanggal 5 Desember 2010 yang lalu, sepulang dari rumah Gina yang letaknya di Sindang Barang, aku bersama Ibu menaiki angkutan umum menuju ke jalan Merdeka untuk menjemput Ayah yang berada di Bunut Sari. Saat itu, kami menaiki angkot no. 15. Tiba-tiba, saat kami baru sampai di Karya Bakti, HP Ibuku berbunyi, ternyata itu telepon dari Ayah. Kata Ayah, Ayah sedang berada di Botani Square.

Ketika angkot sudah sampai di PGB, kami turun kemudian menunggu angkot 03 lewat. Sementara itu, perlahan-lahan hujan mulai turun. Karena angkot 03 tak kunjung datang, kami akhirnya naik angkot 02.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit dari PGB ke BTM, kami pun turun. Tak jauh dari situ, kami melihat angkot 06 sedang melaju menghampiri kami. Kami pun akhirnya masuk ke dalamnya. Ternyata angkotnya masih kosong. Kami pun harus menunggu penumpang lain yang akan mengisi perjalanan kami.

Saat aku mau duduk pada bangku yang ada di pojok, kulihat joknya basah dikarenakan jendela angkot yang terbuka. Akhirnya aku memilih duduk di dekat jendela yang tertutup. Saat aku melihat keluar jendela, kulihat hujan semakin deras, terlihat banyak sekali 'ojek payung' berkeliaran. Mereka mencari penumpang yang baru turun dari angkot. Terkadang aku kasihan sekali melihat mereka karena rela basah-basahan mengumpulkan rupiah demi rupiah agar kebutuhannya tercukupi.

Beberapa saat kemudian, datang penumpang yang membawa 3 koper berukuran besar. Kemudian, anak laki-laki dari penumpang yang kira-kira berusia 6 tahun itu duduk di dekat jendela yang terbuka. Lalu, Adik perempuannya yang kira-kira lebih muda satu tahun darinya menyusul. Waktu sang Adik melihat jok yang basah karena jendela yang terbuka, sebenarnya sang adik tidak apa-apa kebasahan. Tapi, ketika ia akan duduk, sang kakak berkata:
"Joknya basah. Kamu gapapa duduk di sini?"
"Iya"
"Jangan ah, nanti kebasahan. Sini, dipangku aja."
Akhirnya sang Adik dipangku oleh kakaknya. Dipeluk adiknya, dielus rambutnya, dicubiti pipinya, dan disayangi adiknya itu. Kemudian, waktu Ayah mereka yang masih berada di luar angkot melihat adik dipangku oleh kakaknya, beliau berkata:
"Lho, kok adiknya dipangku? Kenapa ga disuruh duduk aja?"
"Joknya basah"
"Kalau begitu, tutup aja jendelanya"
Sang kakak akhirnya berusaha menutup jendela yang terbuka itu. Namun, susah sekali untuk menutupnya. Sang adik berkata:
"Udah, gausah dipaksain. Nanti kejepit"
"Terus gimana dong?" Tanya si kakak.
"Aku duduk aja, gapapa kebasahan juga"


Aku kagum melihatnya. Kejadian yang seperti ini baru pertama kali kulihat.


Dari kisah ini, kita dapat ambil kesimpulan, bahwa kita harus saling menyayangi satu sama lain. Anak kecil saja bisa menerapkan kasih sayang, mengapa kita yang lebih tua tidak? :)


1 komentar:

Anonim mengatakan...

siiiiip :)