CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 23 Oktober 2009

Pecahan Kaca


"Hahahahaha...," Aku, Ama, dan Nda sedang ketawa-ketawaan di pojok kelas.

"Udah, ah! Aku cape. Kasian tuh Aca gak ditemenin," Kataku selanjutnya. Aku pun menghampiri Aca. Tanpa sengaja, aku melihat Ghina sedang meneliti sesuatu. Sesuatu yang berbahaya. Yaitu, PECAHAN KACA.


Aku sering sekali melihat ***** dkk berkali kali tertawa menertawai sesuatu dan mengeluh karenanya. Mereka memerhatikan gelagat Aca melalui kaca itu. Kemudian, aku pun bertanya:

"Ngapain?"
"Lagi nyari pecahan kaca. Mereka suka ngeliatin Sasa pake kaca itu,"
"Oooohh!!! Iya,"
Ghina menggeledah salah satu tas pelaku tersebut.

"Nggak ada. Coba cari di si *****," Kata Ghina
Setelah di cari, hasilnya pun sama saja. Tetap tidak ada.
"Aku pernah liat, si ***** masukin kacanya gitu ke kantong," Jelas Nia.
"Berarti nggak ada pecahan kacanya. Kalau mau, kita selidiki hari Jumat saja saat keputrian. Kan waktunya panjang," Kata Rahma.
"Iya," Tambah yang lain.

Tak lama kemudian...

TEEEEEEETTTTT!!!! TEEEETTTTTT!!!! Bel masuk berbunyi.

"Stand by di tempat," Perintah Ghina. Semuanya berlari menuju bangkunya masing-masing. Karena sang pelaku belum juga datang. Jadi, akhirnya kami menghampiri Ghina untuk mengatur siasat. Tak lama kemudian, Halimah pun datang.
"Eh, Halimah sini deh," Sahut Ghina. Halimah yang agak ragu, tidak langsung ke tempat kami.
"Cepetan, bukan ngomongin kamu!!!" Panggil Ghina satu kali lagi. Halimah pun akhirnya menghampiri kami.
"Kamu kan duduknya deket sama ******, kamu suka lihat dia bawa kaca kan?"
"Ooooh! Kaca itu, tadi aku liat ada di mejanya, aku pernah ngambil!"
"Iya???" Tanya yang lain tak percaya.
"Tapi aku balikin lagi,"
"Yaaaaaahhhh,"
"Kenapa nggak diambil coba?" Tanyaku.
"Udahlah, biarin aja. Nanti kita cari lagi kacanya," Kata seseorang.

Akhirnya kami kembali ke tempat duduk kami masing masing. Saat ini 5c bahas soal IPS bersama Bu Ulfa. Ketika pelajaran akan dimulai..
"Nip.." Sahut Ama. Aku pun menoleh ke arahnya. Rahma membawa selembar kertas. Lalu, aku pun mengambilnya. Di kertas itu tertulis..

TADI AKU LIAT KACANYA ***** BENTUKNYA ABSTRAK
Ternyata pada kertas itu kami disuruh untuk mengamati gerak-gerik pelaku yang membawa pecahan kaca. Aku pun langsung memberikannya ke Una.

"Na," Sahutku
Una pun menoleh dan langsung mengambil surat itu.

Suratnya kembali padaku
ABSTRAK APAAN?
ABSTRAK ITU, GAK BERBENTUK
AYO, LANJUTIN

Aku pun memberikannya ke Ama
Ama pun memberikannya ke aku
Aku pun memberikannya ke Una
Una pun memberikannya ke Ghina
Ghina pun memberikannya ke Una
Una pun memberikannya ke Aca
Aca pun memberikannya ke Pira
Tak lama, surat sampai padaku

SEKARANG ADA YANG PUNYA IDE NGGAK?
GAK
Aku pun menuliskan yang sama
GAK

Kemudian Surat kuberikan pada Ama dan berakhir di situ

................

"Una, itu kacanya! Ada di ******" Bisikku
"Gimana dong? Apa kita ambil aja?"
"Gimana ya?"
Tak lama....

"IKHWAN! SIAPA YANG BAWA PECAHAN KACA?"
Tanya bu Ulfa terlihat marah
"KUMPULKAN,"
Pelaku pun menyimpannya di meja guru.
Bu Ulfa pun menasihati mereka dengan sangaaaaaaaaat tegas! Akhwat tersenyum penuh kemenangan. Ternyata yang membaritahukan itu adalah Pira! Oooooowww! Rencana memang tidak berlangsung dengan sempurna. Tapi, mungkin itu yang lebih baik

Akhirnya, waktu Sholat Dzuhur sudah mau tiba. Ketika kami mau turun....
"Ghinaaaaaaaa," Sahut Halimah.
"Kacanya masih ada di ***! Dia bilang ke aku sendiri. Masih ada di Jamnya!"
"Ayo... Lapor ke bu Ulfa!"
"Ke pak Eman aja langsung,"

"Ayo, laporin sekarang"
Dengan tergesa-gesa, akhirnya Akhwat 5c turun ke lantai 1..


Kemudian...
"Ama nangis!" Kata seseorang.
"Kok? Kenapa?" Tanya Una

"Ama nangis soalnya si ***** ngelempar sendal ke dia!"
Kebetulan, sang pelaku belum jauh, jadi aku bisa memarahi dia, hahaha.
"WOOOOOOOOOYYY!!!! JANGAN GITU DONG!!"
Teriakku marah.
"Kasih tau Pak Eman!"
Aku, Nda, dan Una memberitahukan kejadian ini ke Pak Eman
"Bawa sendalnya! Nanti diumpetin!" Kata Nda.
"Hahahaa"
Kami pun bergegas ke kantor bawa sendal! Haha.. kami memberitahukan aksi lempar lemparan ini dan tentang pecahan kaca ini sedetail mungkin. Kata Pak Eman, nanti beliau akan menasihati para pelaku agar kejadian ini tidak terulang lagi, huehehehe..

ITULAH CERITAKU TENTANG PECAHAN KACA
untuk pelaku :
1. Jangan bandel bandel kalau nggak mau kita laporin
2. Jangan ngeledek
3. Jangan iseng


Tidak ada komentar: