CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 18 Juni 2012

DUBIDUPAPARAPAP!

HAY TEMAN-TEMAN SEKALIAN! B-)
AKU NGEPOST NIH


Kalian kalian kalian....
Siapa yang SMPnya satu sekolah sama aku? Pernah nggak ngedenger aku nyebut-nyebut lagu yang judulnya "Umpan Cinta"? Yah.... di posting kali ini, aku akan menceritakan tentang lagu tersebut. Mau tau nggak? Nggak mau tau juga gapapa sih. Let's check!

Sabtu, 26 Mei 2012

Anak SMP (〃^∇^)ノ

Aku sering merasa jadi anak SD itu lebih asyik daripada anak SMP. Mungkin aku berpikir begitu karena aku baru memasuki dunia SMP yang ternyata benar-benar berbeda dari SD. Waktu SD, jarang banget dikasih tugas/PR. Pulang sekolah bisa santai-santai dan kayaknya benar-benar bebas banget hidupnya. Tapi, begitu di SMP, semuanya berubah. Hampir setiap hari dikasih PR/tugas sama guru, banyak ulangan, waktu buat santai-santainya sedikit, kadang tournya juga suka garing gitu, dan masih banyak lagi. Aku suka kangen sama masa-masa SD. Pengen balik lagi kayak dulu. Tapi ya mau gimana lagi kan yaa, kehidupan bakal terus berjalan. Nggak baik terus-terusan bertumpu pada masa lalu. Masa lalu itu cuma sekedar alas penerbangan menuju masa depan.

Senin, 09 April 2012

Catatan Penjatuhan Image JILID SATU


Kalian? Image itu adalah kata dari Bahasa Inggris yangmbar adalah sebuah kata dari Bahasa Indonesia. Menurut kamus Bahasa Indonesia, gambar didefiniskan sebagai tiruan barang (orang, bas gitu, nih._. Sekarang, aku mau ngebahas tentang gambaran diriku di mata orang lain. Kalian tahu? Rasanya, image-ku di mata orang sering jatuh. Mau tahu berapa kejadian yang membuatku berpikir seperti itu? Baca dong baca!!!!!!!



1. Ujian Praktek Bahasa Indonesia, kelas 6 SD.
Ujian praktek Bahasa Indonesia saat kelas 6 di sekolahku adalah berpidato. Aku sudah mempersiapkan pidato yang nanti akan aku baca di rumah. Pada pidato yang kurancang, aku sisipkan sebuah puisi untuk guru. Awalnya, aku kira pidatoku akan lancar-lancar saja. Namun, semua itu tak semulus yang aku pikirkan......

Ternyata oh ternyata....

Saat namaku dipanggil, dengan berbekal percaya diri yang setengah-setengah dan dengan latihan yang sangat minim, aku naik ke atas podium. Pembukaannya sih lancar-lancar saja. Tapi, sialnya ketika sampai isi, aku lupa sama sekali apa yang akan aku sampaikan.

Aku jadi salah tingkah. Tubuhku gemetar. Jantungku berdebar sangat kencang. Otakku sulit untuk berpikir. Ternyata, aku nervous. Banyak teman-teman yang iseng berkata, "sekian, sekian." Enak aja, masa dari pembukaan langsung penutup. Akhirnya, setelah mencoba beberapa kali mengingat, aku berhasil menyampaikan isi pidatoku walau dengan terbata-bata. Lalu, tibalah bagian yang sangat sulit menurutku. Baca puisi. Saat bait pertama selesai, aku lupa bait berikutnya. Bahkan, dengan polosnya aku berkata, "Apa yaa? Lupa ih." Dan akhirnya aku jadi bahan tertawaan teman-teman. Oh siaaalll. Kemudian, aku memutuskan mengakhiri pidatoku. Aku langsung galau.

2. Ujian Praktek PJK, kelas 6 SD.
Aku nggak pinter PJK. Nilai PJK aja di rapot kecil terus dibanding mata pelajaran yang lain. Tapi, aku saat itu ingiin berusaha memberikan yang terbaik sebisaku.

Awalnya, ujian praktek untuk kelas 6c loncat loncat(?) loooh. Lompat jarak jauh. Eh, nggak tau deng apalah itu. Aku kan nggak pinter PJK. Waktu giliran namaku dipanggil, aku deg-degan abezzzz. Rasanya cekit cekiiit cekit cekiiit(?). Ya, apalah itu. Aku lagi-lagi salah tingkah. Namun, waktu terus berjalan. Akhirnya, aku pun berlari lalu melompati kayu yang telah disediakan (bingung? Aku juga. Kan nggak pinter PJK) kemudian aku mendarat di matras. Gdebugghh. Aku yakin, kayu yang tadi pasti jatuh. Berarti lompatanku kurang tinggi. Ah, sabodo teuing. Emang gabisa PJK atuh gimana. Akhirnya, karena stress, di matras aku pura-pura pingsan. Teman-temanku langsung menghampiriku dan mengguncang-guncangkan tubuhku,

"Nip, Nip. Gapapa kan, Nip?" HAHA. Asyik juga ternyata. Pasti nanti aku langsung dibawa ke UKS dan bisa tiduran di sana. Aku langsung makin pura-pura pingsan. Tapi, ternyata teman-temanku masih ada yang belum ditest. Mimpi itu pun musnah. Aku langsung bangun. Teman-teman masih menanyaiku,

"Nipah gapapa, kan?"
"Nggak apa-apa," padahal sih apa-apa. Luka batin coooyy!!!! (?) #abaikan.

Setelah ujian lompat-lompat, akhirnya 6c lari jarak pendeeekkk! Yan dites ikhwan dulu baru akhwat. Kemudian, nama Ghina, Halimah, aku, dan Husna dipanggil. Aku deg-degan lagi. Lawanku berat-berat abisnyahh. Pertama-tama, harus siap dulu posisi kakinya. Ya, biasalah kalo mau lari gimana sih.

Kemudian, ketika pluit dibunyikan, aku malah diem aja. Aku lagi ngelamun soalnya. Duh, dasar. Ga ada yang ngingetin kalo udah mulai. Akhirnya, aku berlari sekuat tenaga untuk mengejar ketertinggalanku. Saat aku berlari..... dengdengdeng. SEBELAH SEPATUKU TIBA-TIBA COPOT!!!!!. Aku langsung diketawain sama banyak orang. Bahkan sama lawan lariku(?). Jahat. Aku juga ketawa sih. Aku bener-bener speechless saat itu dan gatau harus gimana. Pake sepatunya, atau tetep lari. Tapi, kata gurunya aku disuruh lari meski dengan sepatu yang sebelah-sebelah gitu. Gembel abis.

Akhirnya, aku lari dan terus berlari. Ketika aku sudah melalui satu putaran, aku melihat sebelah sepatuku yang butek dan lusuh. Dengan semangat, aku langsung menendangnya. Penonton terkesima. Hahahaha, amajinggg. Berasa keren deh. Lalu, dengan kamseupaynya, aku teriak, "Woy! Tungguin donggg" ke lawan lariku(?) yang lain. Hahahaha. HAHAHA! Ehm-_-. Di akhir pertandingan(?), rasanya aku pengen pingsan. Padahal aku gatau ciri-ciri kalo mau pingsan itu kayak gimana. Tapi, kayaknya kerasa pengen pingsan aja gitu. Tapi, aku terus berlari dan akhirnya jadi orang yang ketiga nyampe ke garis finish. Lumayan, dah. Urutan 3 dari 4 orang. Ehm-_-

3. Hari Pertama Mabit MOS SMPIT Ummul Quro Bogor
Udah SMP deh!!! Hahaiii. Nah, anak-anak kelas 7 Angkatan 10 SMPIT Ummul Quro Bogor (angkatan aku) kudu mengikuti Masa Orientasi Siswa selama 5 hari dari tanggal 11 Juli hingga 15 Juli 2011. Pada tanggal 13-15, aku dan teman-temanku menginap (mabit) di Pusdiklat Depdagri, Parung Bogor yang memang deket banget sama UQ. Karena dekatnya jarak, kita ke sana dengan menaiki angkot yang sudah disewa sama pihak Ummul Quro. Yeaah. Padahal lebih enak naik becak, sih. Nggak apa-apalah, merakyat dikit. #abaikan. Nah, hari pertama mabit tuh dari pagi sampai sore belum klimaks. Masih biasa-biasa aja. Cuma gitu-gitu doang. Tapi, pas malemnya.... aku udah nggak punya image. Kenapa aku bisa ngomong kayak gitu? Karena.....


Sehabis Sholat Isya, aku dan teman-teman menuju ke aula untuk kembali menyimak materi. Materi kali ini adalah tentang "Antara Cinta dan Cita-Cita". Denger materi itu, aku terpana. Teman-teman akhwat terpana. Teman-teman ikhwan terpana. Ibu dan ayah terpana. Kakak terpana. Nenek dan kakek terpana. Dunia pun ikut terpana. Entah kenapa, aku ngerasa sangat bersemangat sekali pada kesempatan itu. Aku senyum-senyum.

Pertama-tama sih masih ice breaking dulu. Tapi, lama kelamaan setelah materi telah dimulai, Ustadz Jay mengajukan pertanyaan yang membuat angkatan 10 salah tingkah.

"Siapa yang pernah jatuh cinta?" Tanya Ustadz Jay.
Hening. Hanya ada beberapa orang yang mengacungkan tangan dengan ragu-ragu. Salah satunya aku .__. bahkan mungkin aku yang paling pede ngacungin tangan(?) #pedeajah. Aku yakin yang ga ngacung pasti gengsi. HAHAHA. Aku tau itu!
"Siapa yang pernah jatuh cinta? Jujur," Ustadz Jay mengajukan pertanyaan untuk yang kedua kalinya.
Mulai banyak orang yang mengacungkan tangan. Namun, masih ragu-ragu.
Ustadz Jay akhirnya memberikan penjelasan yang membuat angkatan 10 akhirnya mengaku bahwa mereka pernah jatuh cinta. Ternyataaa, hampir semua siswa angkatan 10 pernah jatuh cinta. Ckckck.
"Kalau gitu, siapa yang pernah pacaran? Ayo, jujur. Jangan sampai yang pernah pacaran nggak ngaku pada saat ini. Nanti dua kali lipat dosanya. Dosa berbohong dan dosa karena pernah pacaran," Kata Ustadz Jay. Angkatan 10 bungkam. Kedua mata angkatan 10 mencari-cari siapa yang mengacungkan tangan. Tapi, ternyata tidak ada di antara kita yang mengacungkan tangan. Pasti pada nggak berani-_-

"Benar, ya? Oke, kalau begitu, bagi yang pernah jatuh cinta, siapa yang mau ke depan diwawancara sama Ustadz Jay? Dapet hadiah lho."

Aula mulai bising. Anak-anak angkatan 10 pada nyuruh-nyuruh temennya untuk maju. Tapi, ternyata ga pada berani. Aku yakin, ditawarin hadiah kayak gimana pun kalau menyangkut soal cinta-cintaan begini, cuma sedikit yang berani maju ke depan. Dalam hati, angkatan 10 sebenarnya mau-mau aja diwawancara. Tapi, gengsi dan malu lebih kuat daripada keinginan untuk diwawancara.

"Ayo, ada hadiahnya nih. Siapa yang mau maju?" Tawar Ustadz Jay.

Aku deg-degan banget pada saat itu. Semoga aja ada yang mau maju. Abis, temen-temen di sebelah aku pada ngedukung aku untuk maju. -,-" pasti gara-gara mereka liat aku ngacung tangan waktu Ustadz Jay nanya, 'Siapa yang pernah jatuh cinta?'. Huh, gokil abis. Tiba-tiba, pikiranku mulai menerawang. Aku jadi nggak tau Ustadz Jay dan orang-orang di sekitar aku ngomong apa. Nggak lama kemudian, ada suara tepuk tangan dan ribut-ribut yang menyadarkanku dari ketidaksadaranku (?) barusan.

"Adindaaaaaaaaaa," koor akhwat kompak. Ooooh, ternyata Adinda yang mau maju. Hahaha. Selameeet, Nip.

Tapi, ternyata Adinda nggak maju. Dia masih tetap duduk di tempat duduknya sambil mengelak. Adinda nggak mau. Angakatan 10 putus asa. Suasana mulai mencekam. Semua orang ngejerit-jerit. Halah.

"Kalau sampai 3 hitungan selesai nggak ada yang mau maju, Ustadz nggak akan ngelanjutin materi kali ini,"

"..3..."

Aula semakn bising. Suasana makin mencekam. Bulu kuduk pada berdiri. Oh, kami takyuuut.

"Nip, maju dong, nip.." kata teman-teman yang ada di dekatku. Aku stress abis. Tapi, entah kenapa aku agak tertarik juga untuk maju. Perlahan, gengsi dan malu-ku berkurang.

"..2..."

"Ayo, Nip. Maju. Daripada nggak dilanjutin.." Aku mulai tegar. Aku mencoba menguatkan hati. Aku bisa melakukannya. Aku pasti bisaaa!!!

"..1..."

Aku langsung berdiri sambil memainkan lengan bajuku yang panjang abis. Aku maju ke depan dengan badan letoy dan gemeteran.

"YEEEEEEAAAAAAAHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Tepuk tangan membahana. Angkatan 10 bersorak senang. Ada dua kemungkinan kenapa mereka bisa seneng gitu. Antara mereka senang karena mereka nggak kepilih maju dan materi tetap dilanjutkan, atau senang karena aku yang maju #pedeajah._. Bingung nggak? Bingung, ya? Sama!

Saat aku berada di depan, kaki aku nggak bisa diem. Gerak-gerak mulu. Tangan juga begitu. Mainin lengan baju melulu. Untung aja nggak ada yang protes. Aku pun dibubuhi dengan beberapa pertanyaan. Teman-teman menyimak dengan seksama setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh Ustadz Jay dan jawaban yang aku kemukakan.

"Namanya siapa?"
"Hanifah.."
"Pernah jatuh cinta?"
Aku mengangguk malu. Temen-temen pada ketawa. Aku agak bingung. Aku kan nggak ngelawak =="
"Tapi, pernah pacaran?"

Aku menggeleng kuat-kuat.

"Nggak"

Teman-teman tersenyum.

"Hanifah.. mm, sejak kapan perasaan itu datang? Baru-baru ini apa sudah lama?"

Aku tersenyum malu. Gatau harus jawab apa. Teman-teman tertawa lagi. Good job:')

"Hahaha, kalau gitu, Ustadz mau nanya. Gimana sih rasanya jatuh cinta itu?"

Teman-teman mulai rusuh. Aku berpikir sejenak, aku bingung gatau harus jawab apa. Tapi, aku sadar rasanya jatuh cinta itu emang indah banget. Nggak tau kenapa, aku keingetan lagunya Rebecca Mamamia yang liriknya kayak gini, "Oh inikah rasanya, bila sedang jatuh cinta? Hatiku berbunga-bunga...". Aku jadi terinspirasi. Aku akhirnya menjawab sambil takut-takut.

"Hatinya berbunga-bunga.."

Tawa meledak dari segala arah. Puaaaaaas banget. Ngeliat teman-teman pada ketawa, aku jadi malu. Benar-benar malu. Image aku jatuh, hilang, lenyap. Aku nggak punya image lagi!! Oh tidak!!! Bagaimana ini, mengapa semua tertawa? #lebay

"Hahahahahahahahahahahahahaha"

"Hanifah suka kepikiran nggak sama orang itu?" tanya Ustadz Jay.

"Iya," kataku sambil mengangguk malu. Teman-teman pada ketawa lagi. Annoying. "tapi, nggak tiap hari," lanjutku.

"Jadi gimana dong? Rindunya dijadwalin?"

Teman-teman tertawa lagi. Aku juga tertawa. Ustadz Jay tertawa. Ibu dan ayah tertawa. Kakak tertawa. Nenek dan kakek tertawa. Dunia pun ikut tertawa.

"Nggaklaaah"

"Suka merasa pengen nggak cintanya Hanifah terhadap orang itu gayung bersambut?"

"Iyalaaah"

Ustadz Jay mengambil kesimpulan, "jadi, kalau lagi jatuh cinta itu, hatinya berbunga-bunga? Sering kepikiran meskipun nggak tiap hari? Dan ingin cintanya gayung bersambut? Gitu?"

Aku mengangguk. Itulah pertanyaan terakhir dari Ustadz Jay buat aku. Aku merasa lega dan sangat bersyukur karena penderitaan ini telah usai:')

"Kalau gitu, ini hadiahnya. Beri tepuk tangan.."

Aku mengambil hadiahnya dan melangkah menuju tempat dudukku.
Setelah kejadian itu, reaksi dari teman-teman seperti ini:
"Kamu Hanifah, ya?"

Aku kaget ditanya begitu. Aku jadi merasa... lucu.
"Iya. Emangnya kenapa?" tanyaku bangga.
"Kamu yang waktu kemarin malem, kan?" BRUUUK! Ternyata masih ngomongin yang waktu malem =="
"Haaah? Iya, iya" Aku langsung kabur. Aku jadi nggak merasa lucu lagi.

"Eh, Hanifaah.." Aku nengok kemudian melihat mukanya. Siapa ya, ini? Aku belum kenal.
"Iyaaaa.." jawabku ramah (sok ramah).
"Yang maju ke depan itu, kan?" ADOOOEEEH T_T
"Iyaaa.." ucapku lirih.

"Kamu yang hatinya berbunga-bunga itu, kan?"
"Aaaah gitu sih.."

"Hanifaah.. yang lagi jatuh cinta."
"Iiiiihhhhh.."

"Nipaaah, kamu kok berani banget sih?"
"Yang waktu malem ya? -,-"
"Iyaa, aku aja nggak berani."
"Nipaaah, berani bangeeeet.."
"Nipah, yang hatinya lagi berbunga-bunga.."
"Hatiku berbunga-bunga"
"Hatinya berbunga-bunga.."
"Nipah, kamu jatuh cinta, nih? Sama siapa?"
"Nipaahh.."
"Hanifah.."
"Nipaahh.."
"Hanifahh..."